Friday, 1 August 2014

Sekelumit Kisah Belanja di Tokobagus.com



Setelah berselancar di tokobagus.com buat nyari-nyari sepeda second layak pakai, akhirnya aku tertarik untuk membeli sebuah sepeda mini berwarna merah yang kelihatannya masih muluss. Aku pun menghubungi nomor penjual untuk bertanya-tanya seputar sepeda tersebut. Setelah di rasa klik, akhirnya kami COD di BKT.

Hari itu, Minggu pagi, 2 Juni 2013, aku bersama bapak, jalan berdua menuju BKT. Kami menunggu kedatangan si penjual sepeda.
Cukup lama kami disana, menunggu dengan terus memperhatikan setiap orang yang datang membawa sepeda. Satu klu yang aku beri kepada bapak, "Bapak, sepedanya warna merah." Satu per satu, para pesepeda datang, tapi sepeda merah itu tak jua kelihatan. Aku pun menghubungi si penjual, katanya: "Iya sebentar ya, lagi istirahat dulu di jalan." Ya, kami masih sabar menunggu. Sampai kemudian...
Datanglah seorang bapak, bersepeda merah. Tapi... Asli, sepedanya sudah jeleek sekali. Merah berkarat. Ah, tua banget. Orang itu pun kian lama kian mendekat ke arah kami. Sontak, aku dan bapak saling berpandangan. Saya tahu pikiran bapak, "Yaniiiiihhh, apa ini sepeda yang kamu maksud?!!!"
Kami berpandangan kemudian melihat sepeda itu lagi. Pandangan bapak shock. Aku juga shock, shock lihat sepeda dan ciut
banget lihat ekspresi bapak. "hmm, ini bukan ya pak? Tapi kok sepedanya jelek banget?" Bisikku pada bapak. Pertanyaan yang sebenarnya bapak juga nggak tahu jawabannya. Heheehe. Aku mencoba menenangkan diri. Kemudian mendekati bapak pesepeda merah ini. Belum sempat bicara, rupanya bapak itu sama sekali tak menggubris keberadaanku di dekatnya. Sepedanya pun melaju terus, melewati kami. Huaaah, lega banget. Ekspresi plong kami lepaskan. Kami pun tertawa bersama-sama, mengingat ketegangan yang baru saja terjadi di antara kami.

Akhirnya, pesepeda merah yang sesungguhnya dateng juga. Tahu nggak? Beliau dateng sekeluarga! Ayah, Ibu, dan 3 anak. Dari tampilannya, ikhwah. Masya Allah, yaa. "Sekalian jalan-jalan" kata mereka. Duh, pantess tadi sampe ada adegan istirahat di jalan dulu. Kami ngobrol-ngobrol, kemudian saya memberi tahu alamat saya karena keranjang sepedanya tidak mereka bawa sehingga besok/lusa mereka akan mengantarkan keranjang sepeda itu ke rumah. Begitu si ibu mendengar alamat saya, akhirnya dia tahu karena itu dekat dengan rumah rekan kerjanya. Ya, rekan kerjanya ternyata adalah tetangga saya. Mereka sama-sama kerja di RS. Islam. Tapi sayangnya, tetangga saya itu sedang terbaring lemah di rumah sakit. Oke, setelah usai berbincang-bincang, kami pun pulang, Tapi, saya kan belum bisa naik sepeda tuh waktu itu. Akhirnya, bapak yang mengendarai sepedanyaa, kemudian aku membonceng di belakang sambil memeluk erat dirinya. Hihi, romantis yak, kayak di cover buku apaaa gituh.

Beberapa hari setelah COD, di tengah malam, sekitar pukul setengah sebelas. HPku berdering tanda ada telepon masuk. Dari sebuah nomor yang tak di kenal. "Hallo, assalamu'alaikum, ini mba annisa?" suara wanita di ujung telepon sana. "Wa'alaikumussalam. bukan bu, ini mba suryani. Ini siapa?" Tanya diriku heran.
"Ohh, tapi ini tetangganya pak *** kan? Saya yang tempo hari jual sepeda." Jawabnya menjelaskan.
"Ohh, ya buu, bener. Ada apa ya bu?". "Maaf mba, bisa tolong hubungi keluarga Pak ***. Pak *** meninggal."
Deg! Aku kaget banget dengernya. "Oh iya bu, bisa-bisa." Telpon pun kututup.
Aku bergegas bangunkan seisi rumah. Akhirnya, malam itu juga, aku dan bapak pergi ke rumah Pak RT. Di malam yang sudah selarut ini, memang susah bertamu ke rumah orang. Di rumah pak RT, nggak ada jawaban. Mungkin Pak RT sudah puleslees. Akhirnya kami pun ke rumah sekretaris RT. Alhamdulillah, masih bangun orangnya. Akhirnya, bapak menjelaskan duduk perkaranya. Kalau saya dapet telpon dari temennya bapak fulan yang mengabarkan bahwa bapak fulan telah berpulang dan saat ini tak ada keluarganya. Istri bapak fulan kan belum lama meninggal, sedang anak yang biasa menjaganya saat itu sedang pulang sejenak ke rumahnya untuk menengok istri dan anaknya. Dan saat itu saya tak punya nomor dia yang bisa dihubungi. Sekretaris RT tampaknya kurang percaya dan meminta agar saya menelpon balik penelpon tadi agar dia bisa berbicara dengannya. Akhirnya, aku nurut. Ternyata, benarlah berita itu. Malam itu tak jadi sepi. Beberapa tetangga berhambur keluar rumah. Bertanya-tanya ada apa. Mendadak aku ngetop. Sepedaku juga ikut ngetop. Terus akhirnya, anak bapak fulan dapat dihubungi juga. alhamdulillah.

Itu, sekelumit kisahku berbelanja di tokobagus.com
:D

Ibrohnya:
*jangan cepat ambil kesimpulan
*silaturahim itu sangat bermanfaat

No comments:

Post a Comment