Hidup ini pilihan. Mungkin ini emang kata-kata basi, tapi sampai kapanpun kata-kata ini selalu benar adanya.
Dan setelah sebuah kelulusan kita genggam, ada begitu banyak tawaran kehidupan yang harus kita pilih..
Kerja dulu atau Kuliah, atau kerja sambil kuliah. Dan ketika kita sudah memutuskan hal ini pun, kita akan di hadapkan pada pilihan-pilihan lain. Yakni : Kerja dimana ? Kuliah dimana ?
Yang beda bagi orang beriman adalah ia MELIBATKAN ALLAH dalam setiap pengambilan keputusannya.
Ya, ini memang tentang masa depannya. Ya, ini memang tentang hidupnya. Tapi ia selalu ingat bahwa Allah-lah yang jauh lebih tahu tentang masa depan dan Allah-lah pemegang saham dalam kehidupannya..
Inilah sebabnya, aku katakan : istikhoroh, dek.
Bacalah dan resapi doa ini, betapa doa ini adalah bentuk kepercayaan seorang hamba kepada Tuhannya sebagai penentu dan penguasa dalam hidupnya.
Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini, di waktu dekat atau di masa nanti, maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini, di waktu dekat atau di masa nanti, maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”.
Itulah arti doa sholat istikhoroh..
Pertanyaannya sekarang, sudah di kerjakan belum istikhorohnya ?
:)
Oke, lanjut ya.
Seperti yang kita ketahui. Ridho Allah bergantung pada ridho orangtua. Maka untuk perkara apapun LIBATKAN ORANGTUA sebagai 'penasihat' kita. Karena sekali lagi, orangtua adalah pintu gerbang menuju keridhoanNya..
Caranya adalah, ceritakanlah perkaramu pada kedua orangtua, atau boleh juga pada salah satunya. Jujur! Hmm Oh ya, sebelum jujur pada orangtua, jangan lupa, jujur pada diri sendiri dulu. Kalau memang kenyataannya, kamu tidak merasa nyaman dengan keadaanmu saat ini, nyatakan pada diri sendiri, "ya! saya memang tidak nyaman!" dan segala macam kejujuran itu. Saya tahu, wanita itu paling pintar membohongi diri sendiri. hmm sampai bisa di bilang kebohongan itulah yang menyakiti dirinya sendiri. Sungguh, tidak ada kebaikan dalam kebohongan. Kecuali pada kebohongan yang memang Allah perbolehkan (gombalnya suami pada istri, mendamaikan hubungan, strategi perang). Jadi, plis, udahlah, untuk apa membohongi diri sendiri ?
Setelah bercerita jujur pada orangtua, mintalah pendapatnya dan bertukar pikiranlah dengannya. Percayalah, orangtua yang baik pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Satu hal, jangan pernah egois dalam mengambil keputusan. Pikirkan banyak orang dan hal yang menyangkut kehidupanmu.
Orang besar adalah orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri saat ia mengambil keputusan. Tapi ia juga memikirkan orang-orang yang ada di dekatnya, orang-orang yang ada di pundak dan hatinya. Namun bukan juga orang yang melupakan kepentingan dirinya sendiri. Semuanya balance (seimbang).
Oh ya, hidup itu bukan cuma untuk kerja, kerja, dan kerja. Gak.
Jangan mau jadi orang yang 2/3 hari dalam hidupnya cuma untuk bekerja. 1/3nya tidur. Ya Robb, dimana waktu untuk mengurus diri sendiri ? bergurau dan dekat dengan keluarga ? Terbukti, kemarin sudah jatuh terkapar, sakit. Kerja itu memang harus. Tapi orientasi hidup bukan cuma untuk cari uang.
Bersyukur itu emang harus. Namun, bersyukur juga bukan semata nrimo gitu aja, tapi ada usaha perbaikan ke arah yang lebih baik..
Percayalah, bumi Allah itu luaas. Dimanapun engkau menapak, di situlah bumi Allah.
Dan sungguh, setiap manusia, bahkan makhlukNya, telah di jamin rizkinya oleh Allah..
Maka jangan takut untuk resign, *eeh.
Selagi masih muda, carilah yang terbaik. Kita tidak akan mati hanya karena berlepas dari satu orang bos, karena sejatinya kita punya BOS yang sesungguhnya. ALLAH. Ikhtiarlah, maka Allah akan membalas ikhtiarmu. Berdoalah maka Allah akan menjawab doamu. Tawakallah maka Allah tidak akan mengecewakanmu. Yakin!
Sebagai penutup, ini kubawakan sebuah kisah..
Seorang kakek pernah mencoba untuk bersembunyi dari rezeki. Ia bersembunyi di dalam gua tanpa membawa perbekalan apapun. Sebuah gua yang tidak di datangi manusia manapun selain dirinya. Ia berdiam diri disana. berdzikir dan terus berdzikir.
Sampai suatu ketika, datanglah sekelompok pemuda yang tersesat hingga menginjakkan kaki di gua itu. Di lihatnya ada seorang kakek tua duduk disana. Merasa iba melihat sang kakek yang sepenglihatan mereka tidak membawa perbekalan apapun, pemuda itu segera menyodorkan makanan ke hadapan kakek. Kakek tak bergeming. Matanya masih terus terpejam sambil berdzikir. Akhirnya, pemuda pun langsung menyuapi si kakek.
Lantas sang kakek membuka mata dan tersenyum.
"kenapa kakek tersenyum ?" Pemuda itu keheranan.
"Wahai anak muda, tahukah kau ? aku ada disini untuk bersembunyi dari rezeki. Namun, segala sesuatu termasuk rezeki sudah di takar untuk masing-masing orang dimanapun ia berada. Dan hari ini, lihatlah, Allah antarkan rezeki untukku melalui kedatanganmu."
Dan setelah sebuah kelulusan kita genggam, ada begitu banyak tawaran kehidupan yang harus kita pilih..
Kerja dulu atau Kuliah, atau kerja sambil kuliah. Dan ketika kita sudah memutuskan hal ini pun, kita akan di hadapkan pada pilihan-pilihan lain. Yakni : Kerja dimana ? Kuliah dimana ?
Yang beda bagi orang beriman adalah ia MELIBATKAN ALLAH dalam setiap pengambilan keputusannya.
Ya, ini memang tentang masa depannya. Ya, ini memang tentang hidupnya. Tapi ia selalu ingat bahwa Allah-lah yang jauh lebih tahu tentang masa depan dan Allah-lah pemegang saham dalam kehidupannya..
Inilah sebabnya, aku katakan : istikhoroh, dek.
Bacalah dan resapi doa ini, betapa doa ini adalah bentuk kepercayaan seorang hamba kepada Tuhannya sebagai penentu dan penguasa dalam hidupnya.
Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini, di waktu dekat atau di masa nanti, maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini, di waktu dekat atau di masa nanti, maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”.
Itulah arti doa sholat istikhoroh..
Pertanyaannya sekarang, sudah di kerjakan belum istikhorohnya ?
:)
Oke, lanjut ya.
Seperti yang kita ketahui. Ridho Allah bergantung pada ridho orangtua. Maka untuk perkara apapun LIBATKAN ORANGTUA sebagai 'penasihat' kita. Karena sekali lagi, orangtua adalah pintu gerbang menuju keridhoanNya..
Caranya adalah, ceritakanlah perkaramu pada kedua orangtua, atau boleh juga pada salah satunya. Jujur! Hmm Oh ya, sebelum jujur pada orangtua, jangan lupa, jujur pada diri sendiri dulu. Kalau memang kenyataannya, kamu tidak merasa nyaman dengan keadaanmu saat ini, nyatakan pada diri sendiri, "ya! saya memang tidak nyaman!" dan segala macam kejujuran itu. Saya tahu, wanita itu paling pintar membohongi diri sendiri. hmm sampai bisa di bilang kebohongan itulah yang menyakiti dirinya sendiri. Sungguh, tidak ada kebaikan dalam kebohongan. Kecuali pada kebohongan yang memang Allah perbolehkan (gombalnya suami pada istri, mendamaikan hubungan, strategi perang). Jadi, plis, udahlah, untuk apa membohongi diri sendiri ?
Setelah bercerita jujur pada orangtua, mintalah pendapatnya dan bertukar pikiranlah dengannya. Percayalah, orangtua yang baik pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Satu hal, jangan pernah egois dalam mengambil keputusan. Pikirkan banyak orang dan hal yang menyangkut kehidupanmu.
Orang besar adalah orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri saat ia mengambil keputusan. Tapi ia juga memikirkan orang-orang yang ada di dekatnya, orang-orang yang ada di pundak dan hatinya. Namun bukan juga orang yang melupakan kepentingan dirinya sendiri. Semuanya balance (seimbang).
Oh ya, hidup itu bukan cuma untuk kerja, kerja, dan kerja. Gak.
Jangan mau jadi orang yang 2/3 hari dalam hidupnya cuma untuk bekerja. 1/3nya tidur. Ya Robb, dimana waktu untuk mengurus diri sendiri ? bergurau dan dekat dengan keluarga ? Terbukti, kemarin sudah jatuh terkapar, sakit. Kerja itu memang harus. Tapi orientasi hidup bukan cuma untuk cari uang.
Bersyukur itu emang harus. Namun, bersyukur juga bukan semata nrimo gitu aja, tapi ada usaha perbaikan ke arah yang lebih baik..
Percayalah, bumi Allah itu luaas. Dimanapun engkau menapak, di situlah bumi Allah.
Dan sungguh, setiap manusia, bahkan makhlukNya, telah di jamin rizkinya oleh Allah..
Maka jangan takut untuk resign, *eeh.
Selagi masih muda, carilah yang terbaik. Kita tidak akan mati hanya karena berlepas dari satu orang bos, karena sejatinya kita punya BOS yang sesungguhnya. ALLAH. Ikhtiarlah, maka Allah akan membalas ikhtiarmu. Berdoalah maka Allah akan menjawab doamu. Tawakallah maka Allah tidak akan mengecewakanmu. Yakin!
Sebagai penutup, ini kubawakan sebuah kisah..
Seorang kakek pernah mencoba untuk bersembunyi dari rezeki. Ia bersembunyi di dalam gua tanpa membawa perbekalan apapun. Sebuah gua yang tidak di datangi manusia manapun selain dirinya. Ia berdiam diri disana. berdzikir dan terus berdzikir.
Sampai suatu ketika, datanglah sekelompok pemuda yang tersesat hingga menginjakkan kaki di gua itu. Di lihatnya ada seorang kakek tua duduk disana. Merasa iba melihat sang kakek yang sepenglihatan mereka tidak membawa perbekalan apapun, pemuda itu segera menyodorkan makanan ke hadapan kakek. Kakek tak bergeming. Matanya masih terus terpejam sambil berdzikir. Akhirnya, pemuda pun langsung menyuapi si kakek.
Lantas sang kakek membuka mata dan tersenyum.
"kenapa kakek tersenyum ?" Pemuda itu keheranan.
"Wahai anak muda, tahukah kau ? aku ada disini untuk bersembunyi dari rezeki. Namun, segala sesuatu termasuk rezeki sudah di takar untuk masing-masing orang dimanapun ia berada. Dan hari ini, lihatlah, Allah antarkan rezeki untukku melalui kedatanganmu."

No comments:
Post a Comment