Showing posts with label Dengarkan Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Dengarkan Ceritaku. Show all posts

Tuesday, 24 February 2015

Ternyata, Aku Sangat Mencintai Amanah Ini

 
ukh..
selepas isya tadi aku menangis. teringat pada satu hari yang mengubah kehidupanku. 13 Februari 2011 di Masjid Al-Ghuraba. ketukan palu dengan kalimat "memutuskan ukhti suryani sebagai ketua keputrian.." membuatku tak bisa membendung airmata. amanah yang begitu besar untuk di pikul di pundak ringkihku.
dulu..aku selalu menanyakan pada Allah, "kenapa Allah pilih aku ? kenapa harus aku ? dan apa lebihku ?"
seiring berjalan waktu, detik, menit, jam, hari terus berganti..sampai pada hari ini, aku menangis lagi. menangis karena aku tersadar AKU SANGAT MENCINTAI AMANAH INI. aku sangat mencintainya ukhti. tapi saatku bersamanya tinggal menghitung hari. berat sekali ukhti..berat sekali melepasnya..

Sunday, 22 February 2015

Perjalanan Kedua di 15 November 2014

 
 
Okey, setelah pagi hari itu saya nyasar dan akhirnya pulang ke rumah dengan selamat, sore harinya saya ada keperluan lagi sehingga perlu keluar rumah.

Sore itu ada arisan orangtua murid tk alhuda tahun ajaran 2013/2014. Bertempat di rumah salah satu wali murid yg masih di daerah kampung sumur.

Setelah turun dari angkot, saya pun berjalan sambil menyusun sisa-sisa ingatan saya terkait lokasi rumahnya. Sulit. Entahlah, kapan saya akan lulus dari program ingat jalan. Lemah sekali saya soal ini. Sering pula, saya sulit mengingat nama dan wajah secara bersamaan. Makanya, kalau di jalan saya bertemu dengan seseorang kemudian dia menyapa saya dan mengajak ngobrol saya, saya memang welcome, tapi dalam pikir saya, saya berusaha maksimal untuk mengingat, "duuuh siapakah namanya? Kenal dimana ya? " Dan hasilnya? Otak menjawab, maaf data tidak ditemukan. Lain hal lagi; ingat nama tapi tak ingat wajah. Ini bagus nih. Biasanya terjadi kalau saya sedang suka seseorang. Saya hanya ingat namanya dan gambaran wajah hilang seketika. Hmm...dan untuk hal ini saya sengaja membiarkan diri saya untuk tidak mengingatnya. Ini anugerah. Entah penyakit lupa macam apa ini?

Biar Allah menjadi saksi, "engkau sukses menjadi seorang wanita!"



Satu tahun yang lalu, saya ikut pelatihan bahasa arab selama dua hari.
Ada sosok wanita yang saya ingat sekali dalam pelatihan itu.
Seorang nenek yang datang dengan tas cukup besar kemudian duduk disisi saya.
Saya selalu tertawa tiap mengingat adegan bersamanya.
Ketika kami berpasangan untuk saling berdialog menggunakan bahasa arab.

Karena sudah tua, sulit baginya untuk mengingat percakapan yang harus diucapkan.
Hingga ketika dia harus menanyakan nama saya dengan bahasa arab, kalimat yang keluar adalah "Man Robbuka?"
Saya melongo, lalu ketawa geli. "Neeek, bukan man robbuka. Man Robbuka mah siapa tuhanmu -____- ehehe"

Tapi...
Sungguh, salut sekali dengan semangatnya menuntut ilmu. Usia boleh 70, tapi semangatnya masih kayak umur 20. Mantab.

Secarik Kertas Berjudul Masa Depan



Waktu lagi benahin barang-barang pribadi...
seperti biasa, saya pasti akan menemukan tulisan-tulisan ajaib.
Kenapa ajaib? Karena saya nggak inget pernah menuliskannya, eh tau-taunya ada.
Itu kebiasaan saya, curhat di kertas, taro sembarangan. Curhat di laptop simpen sembarangan.
Makanya, nggak heran kalo kemudian di tembok rumah saya ada coretan 4 angka yang sangat saya kenal: 2016.
Coretan yang bapak buat (mungkin) setelah membaca curhatan saya di kertas tentang 2016.

Kali ini penemuan saya adalah secarik kertas berjudul skema masa depan.

Saya membacanya kata demi kata. Sedih sesaat lalu tersenyum.
Ternyata... masa depan yang dulu hanya tulisan sudah menjadi kenyataan.
Alhamdulillah, meski ada beberapa rencana yang belum diwujudkan. In syaa Allah segera.

Tulisan itu aku tulis waktu kelas 3...

Perkenalkan, Profesi Saya Adalah ...

 
Guru TK itu...
Sesuatu! :D

Kadang, saya lelah harus menerangkan pada mereka yang bertanya:
Kenapa? Kenapa dari STM malah jadi guru TK?
Sering saya hanya jawab dengan senyum. Iya, cuma senyum.

Tapi kadang, saking banyak yang bertanya-tanya...
Saya jadi merenung sendiri.
Iya juga ya? Sekolah STM lama-lama, sampe 4 tahun, udah langsung dapet kerja, eh malah milih resign dan jadi guru TK?

Yang jelas...
Sejak awal, dari dulu, saya nggak pernah berpikir buat kerja kantoran.
Saya nggak pernah ngebayangin bahwa ijazah saya akan saya tukar untuk sebuah pekerjaan bonafit dengan gaji sekian juta.
Sama sekali nggak ada minat ke arah sana.

Friday, 1 August 2014

Catatan Malam - Aku dan Al-Qur'an



Ini bukan puisi. Bukan pula kumpulan kata-kata indah. Ini hanya sederet kisah yang aku alami beberapa hari yang lalu.

Kutulis di malam hari. Saat tubuh telah kurebah di atas tempat tidur. Tak kutunggu esok tuk menuliskan ini. Sebab bisa jadi, tak kembali ruh ke jasad ini saat pagi menjelang.

Kau tahu?
Aku baru saja ditampar. Bukan dengan tangan. Tapi dengan lisan seseorang.

Kau tahu?
Aku bahagia sekali mendapat tamparan itu. Sebab, sungguh, baru kali ini, terulang lagi, ada orang yang menasihatiku. Aku rindu nasihat. Aku rindu 'tamparan'. Aku rindu 'pecutan'. Sungguh, buatku, orang yang mencintaiku adalah dia yang mau meluruskanku di kala aku salah. Bukan dia uang membenarkan kesalahan-kesalahanku. Bukan dia yang setiap saat memujiku, meninggikanku, sesuatu yang seringkali buat ku lupa diri bahwa aku hanya seorang akhawat biasa. Dia yang berani mengatakan celaku, menasihatiku, dia yang sadarkan aku bahwa aku punya banyak kekurangan, dia yang menyemangatiku untuk berubah.

Suatu ketika..
Saat aku sedang beristirahat sejenak untuk santap siang setelah lelah melakukan perjalanan dari jakarta menuju stasiun bogor.

Hpku bergetar tanda ada panggilan masuk.
Dari seberang sana terlontarlah sebuah tanya.

"Assalamu'alaikum mba suryani. Apa kabar?"

"Wa'alaikumussalam mba. Alhamdulillah, baik mba."

"Bagaimana tilawahnya? Sudah kelar 1 juz?"

Hadiahkan Senyuman Untuknya



Waktu saya kelas satu SMK, ada satu adegan yang saya inget banget di kepala.
Ada seraut wajah yang tak pernah saya lupa.

Iya, dulu saya males dsl. Bahkan sampai astor menelpon saya pun, tak saya angkat.
Saya selalu datang terlambat. Sengaja. Saya menghindari satu agenda, membaca Al-Qur'an.
Buat saya, dulu, baca Al-Qur'an itu berat banget. Saya bisa. Tapi karena jarang baca, ya gerogi banget pas ngebacanya.
Makanya, paling nggak, saya hadir saat pembacaan Al-Qur'an sudah selesai.

Tahu nggak?
Di puncak kekesalan astor saya, ketika telepon darinya tak saya angkat.
Maka ketika saya datang, saya di sambut oleh tatapan sinis.

Ramadhan yang Berbeda



Ada yang berbeda di Ramadhanku kali ini...
Ya, ini kali pertama... aku tak lagi sholat tarawih di musholah dekat rumah.
Ini bermula di malam Ramadhan kedua.
Setelah mengetahui, memahami, lantas meyakini, bahwa sebaik-baik tempat sholat bagi wanita adalah rumahnya. Termasuk shalat tarawih.
Maka, malam itu, ketika adzan isya berkumandang, aku berkata pada mama,
"Ma, malam ini yani nggak sholat di mushola yah. Yani mau di rumah aja. Biar bisa baca Al-Qur'an lebih lama, biar bisa khatam."
Alhamdulillah, statement ini dapat dukungan dari mama.
"Yaudah, guru ngaji mama juga sholatnya di rumah. Jamaah sama anak-anaknya. Kamu imamin mama ya?"
"Hmmm, iya deh."

20 Tahunku ~



 
Tepat di hari ini, 12 Juni 2014...
Ada sesuatu yang berbeda...

Hadiah milad kali ini bukan barang...
Tapi wisudawan dan wisudawati TK tercinta.
Yaa, untuk kali pertama, aku menyaksikan murid-murid yang selama setahun ini mengisi hari-hariku yang baru, memakai baju wisuda, menyanyikan lagu himne guru...

Sudah 6 kali Dapat Kiriman Pulsa, Entah Dari Siapa

Hmmm...
Habis sholat isya, hp saya getar.
Pas di lihat...


Lagi-lagi dari M-Tronik.
Lagi-lagi kiriman pulsa.
Lagi-lagi di saat memang lagi nggak ada pulsa.
Lagi-lagi di saat memang berharap Allah mau kirimin pulsa lagi.

Di kasih mulu jadi keenakan. Upss.

Tapi, afwan, siapakah gerangan yang sudah mengirimkan saya pulsa?
Jika ini pulsa nyasar, saya sangat khawatir ini jadi pulsa syubhat.
Tapi, saya sudah tanyakan ini pada ustadz saya di Ma'had.
Katanya, karena memang tidak di ketahui siapa pengirimnya,

18 Juni 2013 ~ SBMPTN



Pagi itu cerah. Secerah hatiku menyongsong hari yang cukup mendebarkan.
Hari itu aku hendak menjalankan sebuah tes yang orang-orang sebut "SBMPTN".
Ya, inilah penentuan masuk tidaknya aku ke Perguruan Tinggi Negeri.

Aku sudah sampai di lokasi ujian, pagi-pagi sekali.
Tidak langsung menuju kelas, aku duduk terlebih dahulu di sebuah bangku yang ada di lorong sekolah.
Membuka bekal makananku dan melahapnya.

Selesai makan, aku pun menuju kelas, menaiki anak tangga satu demi satu.
Di lantai tiga, ruang ujianku.

Sekelumit Kisah Belanja di Tokobagus.com



Setelah berselancar di tokobagus.com buat nyari-nyari sepeda second layak pakai, akhirnya aku tertarik untuk membeli sebuah sepeda mini berwarna merah yang kelihatannya masih muluss. Aku pun menghubungi nomor penjual untuk bertanya-tanya seputar sepeda tersebut. Setelah di rasa klik, akhirnya kami COD di BKT.

Hari itu, Minggu pagi, 2 Juni 2013, aku bersama bapak, jalan berdua menuju BKT. Kami menunggu kedatangan si penjual sepeda.
Cukup lama kami disana, menunggu dengan terus memperhatikan setiap orang yang datang membawa sepeda. Satu klu yang aku beri kepada bapak, "Bapak, sepedanya warna merah." Satu per satu, para pesepeda datang, tapi sepeda merah itu tak jua kelihatan. Aku pun menghubungi si penjual, katanya: "Iya sebentar ya, lagi istirahat dulu di jalan." Ya, kami masih sabar menunggu. Sampai kemudian...
Datanglah seorang bapak, bersepeda merah. Tapi... Asli, sepedanya sudah jeleek sekali. Merah berkarat. Ah, tua banget. Orang itu pun kian lama kian mendekat ke arah kami. Sontak, aku dan bapak saling berpandangan. Saya tahu pikiran bapak, "Yaniiiiihhh, apa ini sepeda yang kamu maksud?!!!"
Kami berpandangan kemudian melihat sepeda itu lagi. Pandangan bapak shock. Aku juga shock, shock lihat sepeda dan ciut

28 Maret 2014

Hari ini, pengalaman pertama saya bicara di hadapan banyak akhwat. Semalam, seorang akhwat meminta saya untuk mengisi keputrian di sekolahnya. syukurnya, hari ini adalah hari kuliah saya dan setiap berangkat kuliah saya memang selalu melewati sekolahnya. Akhirnya saya mengiyakan. Saat saya tanya: memang materi apa yang mau disampaikan? Jawabnya; kisah cinta Fatimah ra dan Ali ra. Ya Allah... >,<



Akhirnya, saat sampai di gerbang sekolahnya, saya dijemput dan diajak ke suatu ruangan. Aula. Innalillahi, kok sepatunya banyak amat? Ya Allah, ternyata saya harus ngomong di hadapan akhwat sebanyak ini? tentang cinta? Ya Allah >,<