Sunday, 18 October 2015

Pak, Terimakasih

Pak, aku masih ingat waktu pertama kali berjumpa denganmu.
Masih terekam jelas dalam memoriku saat pertama kali Allah mempertemukanku denganmu.
Ahad, 7 September 2014, di rumah itu, ba'da zuhur, kau menungguku; wanita pilihan anakmu.
Ah, sejak pertama kita saling bicara... Kau memang seringkali membahas tentang kematian, tentang nasib kita di akhirat kelak setelah kematian.

Pak, aku masih ingat kata-katamu:
kau bilang, "Saya sudah pesan pada Ari. Cari

Tuesday, 18 August 2015

Cinta; Saksikanlah, bagaimana kuasa Allah bekerja!



"Maaf, sepertinya hubungan kita sudah terlalu jauh. Lebih baik kita sudahi semuanya, aku takut pada Robbku."
Tegas ia mengatakan itu padanya, seorang laki-laki yang tengah menghiasi sudut-sudut hatinya. Laki-laki itupun mengiyakan.
Tapi...

Tunggu.
1 hari, 2 hari, 3 hari, berlalu tanpa pesan darinya.
Tak ada lagi canda. Tak ada lagi perhatian-perhatian yang biasanya ia dapatkan. Hilang. Sunyi. Sepi. Sungguh, rindu... rindu sekali berkomunikasi dengannya. Hatinya pilu. Rindu itu terlalu memenuhi pikirnya. AH!
***

Sampai akhirnya...
Dia mengirim pesan pada saya.
Bertanya, "apa aku salah melakukan ini semua?"
***

Saudariku...
Kamu nggak salah! Ketegasan itu memang perlu. Tinggal tugas kita selanjutnya adalah kita harus siap dengan perubahan sikapnya. Pun kita juga harus siap

Monday, 17 August 2015

Sssst! Bagaimana Sih Cara Sujud Tilawah?

Hasil gambar untuk sujud 

Ada yang lucu dan tak terlupa di ramadhan 2 tahun yang lalu. Tepatnya saat saya dan jamaah mushala Ash-Shidiq melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. Perlu diketahui, posisi jamaah saat itu laki-laki di lantai pertama dan perempuan di lantai kedua.
Awalnya, shalat tarawih berlangsung sebagaimana biasanya. Sampai suatu ketika, sang imam membaca surat yang di tengah-tengahnya terdapat ayat sajadah (ayat yang di sunnahkan untuk sujud ketika membaca ataupun mendengarnya). Bayangkanlah betapa riuhnya jamaah perempuan di lantai 2 ketika…

“Allahu akbar” Imam sujud.
“Allahu akbar” Jamaah perempuan ruku’ karena menyangka bahwa imam memang telah usai membaca surat.
“Allahu akbar.” Imam bangun dari sujud dan kembali bersedekap melanjutkan bacaan surat yang belum selesai.
Mendengar imam melanjutkan bacaan shalatnya, ada yang bangun perlahan dari ruku’ dengan ragu-ragu. Ada yang tidak beranjak dari ruku’. Semua dengan keadaan bingung dan linglung.
Saat imam kemudian ruku’, ada yang beranjak sujud, ada yang kemudian putus asa dan membatalkan shalatnya, terduduk dan ngedumel, “aduh, bingung saya. Ada apa sih?”

17 Agustus - Satu Tahun yang Lalu

 
 
17 Agustus, tepat satu tahun yang lalu. Di Masjid Ulul Albab UNJ, aku bertaaruf dengannya.

Aku ditemani murobbiyahku dan dia bersama perantaranya. Saat aku sampai di masjid itu, dia sudah menunggu. Di balik tiang masjid, ia bersandar.

"Bang Djayus belum datang." Katanya singkat tanpa sedikitpun melihat aku.

"Ya." Jawabku lebih singkat lagi.

Sambil menunggu, aku memakan bekal yang sudah aku bawa dari rumah. Entah, sama sekali tidak ada rasa deg-degan. Biasa saja. Setenang malam, sesepi masjid ini kala 17 Agustusan, itu yang aku rasakan.

"Maaf ya, ane telat. Nganter istri dulu tadi." Kata bang Djayus seraya memberi sekantong makanan dan minuman untuk meredam ketegangan yang mungkin nanti terjadi.
 
Akhirnya, tanpa kain pembatas, kami duduk berhadapan. Saat itu jarak kami mungkin 3-4 meter. Mengapa tidak pakai pembatas? Karena saat itu juga ada nazor, dimana seorang laki-laki diperbolehkan untuk melihat calon istrinya agar timbul kemantapan hati.

Sesekali aku memandang sesosok laki-laki di seberang. Dia yang sedikit-sedikit minum membuat aku menahan tawa. "gerogi banget kayaknya nih orang" batinku.

"Afwan ya, ane minum mulu. Ane gerogi, nggak biasa deket perempuan soalnya." Katanya menerangkan pada kami semua.

"Ane juga dulu gerogi banget, bahkan sampe nggak bisa ngomong apa-apa. Ente mending masih bisa ngomong." Sahut Bang Djayus yang mengundang gelak tawa kami semua.

Tanpa berlama-lama, momen ta'aruf pun dibuka. Tapi... ada satu adegan tak terduga sebagai pembuka ta'aruf ini. Di hadapanku, dia melantunkan hafalannya; Beberapa ayat dari surah Al-Ahzab. Aku menyimak bacaannya sambil melihat mushaf.

Usai tasmi' hafalan Qur'an, sesi tanya jawab dimulai.

Saturday, 15 August 2015

Kapan Waktu Shalat Dhuha Sebenarnya?

 
 
Biasanya, saya shalat dhuha usai mengajar anak-anak murid. Kira-kira pukul 10.45 WIB. Suatu waktu, kawan sesama guru bertanya kepada saya, "Shalat apa bu? Memangnya jam segini waktu dhuha masih ada?", "Setahu saya masih, bu.", "Soalnya saya pernah shalat dhuha jam segini, terus di tegor sama teman saya, katanya jam segini udah bukan waktu dhuha. Hmm emang banyak pendapat sih ya. Ada juga yang bilang waktu  dhuha itu sampai sebelum zuhur. Sejak itu saya jadi nggak dhuha jam segini lagi." Kata teman saya yang mengundang rasa penasaran bagi saya.

Karena penasaran dengan waktu dhuha yang sebenarnya, akhirnya saya mencoba membuka web konsultasi syariah dan menemukan jawabannya melalui penuturan Ustadz Ammi Nur Baits. Ustadz Ammi Nur Baits  adalah alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.
 
Kesimpulan yang saya dapat dari pemaparan beliau, waktu dhuha itu...

Thursday, 23 April 2015

Da'i Itu Dilarang Bau dan Kumal


Da'i terbaik sepanjang zaman, yang dari kerja kerasnya tercipta manusia-manusia terbaik sepanjang masa. Tentu kita tahu siapa Da'i terbaik itu... Dialah Rasulullah saw.

Siapa yang pernah membaca buku tentang Rasulullah saw? Sebelum bicara pada tataran akhlaknya, kita pun akan terpesona ketika membaca berbagai riwayat yang menggambarkan bagaimana perawakan Rasulullah saw. Sebagai contoh mari kita simak penuturan Ummu Ma’bad Al-Khuzaiyah tentang diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau di hadapan suaminya, saat beliau lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah, “Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan

Wednesday, 22 April 2015

Upgrade Your Iman

https://ciptabiru.files.wordpress.com/2010/09/iman.jpg
Iman itu ibarat tanaman yang jika dibiarkan ia bisa layu bahkan mati.
Iman adalah harta yang paling berharga, tak terhingga nominalnya.
Iman bukan barang temuan. Bukan datang dengan sendirinya. Tapi ia ada oleh sebab usaha.
Iman. Kita yang harus menanamnya. Lalu menyuburkannya. Memastikan bahwa kian hari, ia kian tumbuh dan berkembang. Bukan seperti pohon bonsai yang kerdil selama-lamanya sampai ia mati.
Jangan pernah merasa sudah cukup beriman. Sudah cukup aman dari neraka yang Allah

Wednesday, 15 April 2015

Takjub: Dalam Islam, Kecantikan Seorang Wanita HANYA Hak Suaminya Seorang

 
 
Ah, inilah islam. Bagi saya islam itu agama yang sangat romantis. Islam; agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita. Bahkan, Allah buatkan satu surah khusus bernama An-Nisaa' (wanita), kita semua tahu bahwa tidak ada satu surahpun dalam Al-Qur'an yang bernama Ar-Rijaal (laki-laki). Sungguh, sebuah keistimewaan dari Allah untuk wanita.

Wanita dicipta dengan keindahan. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya menarik! Diamnya saja memesona. Ditambah gerak lincah dan suara lembut apalagi mendayu, membuat laki-laki bisa hilang akal dibuatnya. Menggemaskan!

Tapi kecantikan itu Allah perintahkan untuk ditutupi dengan jilbab dan khimar. Tak ada satu bagianpun yang boleh disentuh oleh laki-laki ajnabi (non-mahrom). Butuh akad yang mengguncang arsy-Nya untuk dapat menyentuh wanita. Hanya laki-laki yang

Wednesday, 4 March 2015

Aku Tidak Tidur Mas


Sore itu...
Di tengah kendaraan motor yang terus kau pacu.
Aku bersandar di punggungmu.

"aku tidur ya mas"

Biasanya kamu akan bilang, "jangan deee, bahaya." Tapi kali ini kamu mengizinkanku.
Aku peluk erat tubuhmu. Hangat, nyaman.

Ah, mas...
Aku tidak bisa tidur.
Hembusan angin yang menyapu lembut wajahku, membawa aku pada sejumlah ingatan tentang kita.
Tentang aku dan kamu. Terajut semua kisah sejak akhir Juli lalu datang biodata dari murobbiyahku yang bertuliskan namamu. Sebuah nama yang tidak membuatku terkejut saat membacanya, sebab aku tahu... kamu akan datang. Entahlah, mengapa seberani itu aku menyebut namamu dalam doaku. Memohon pada Allah apabila kamu adalah jodohku, maka berikan keberanian dalam dirimu untuk memintaku. Harapan yang sempat pupus saat tahu kamu ingin lanjut S2 terlebih dulu baru menikah. Ah, tapi Allah memang Maha membolak-balikan hati. Benar sudah, kamu berani untuk memintaku melalui murobbi.

Malam sebelum datangnya biodata darimu...

10 Februari 2015

 
Barakallah...
Genap 25 tahun usiamu, suamiku...
 
25 tahun...
Itulah usia dimana Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam menikahi Khadijah.
Tak jauh berbeda, di usia itu pula kamu menikahiku.
 
Allah telah memilihkan seorang laki-laki tuk menjadi imamku...
Itulah kamu...
 
"ARI SETIAWAN ABIMANYU"
 
Sayang...
Akulah orang di garda terdepan yang mendukungmu untuk menghafal Al-Qur'an.
 
Semangat terus yah... Kamu pasti bisa!!!
Doaku senantiasa bersamamu.
 
Allah...