Showing posts with label Nikah. Show all posts
Showing posts with label Nikah. Show all posts

Tuesday, 24 February 2015

H-1 Akad Nikah



Kalian tahu?

H-1 akad nikah, kau dan dia tetaplah orang asing yang belum memiliki hak dan kewajiban antara satu dgn yang lainnya. Hanya sebatas hak dan kewajiban sesama muslim. Nggak lebih.

H-1 akad nikah, kau dan dia masih terbatasi oleh aturan-aturan syari'at perihal adab pergaulan laki-laki & perempuan. Kalian... tidak boleh menyentuh, memandang, boncengan, berdua-duaan, sayang-sayangan, tidak boleh kasih perhatian "dah makan belum?", "lagi apa?", "duh... kangen." , apalagi bilang... "aku cinta kamu karena Allah." Gubrak! Playboy fisabilillah.

Saya Telah Buktikan, Kita Bisa Menikah Tanpa Pacaran



Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maha besar Allah yang menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Sesungguhnya, Allah mengharamkan kezaliman atas diriNya. Allah tahu betul bahwa kita tidak bisa hidup seorang diri.
Semua hanya soal waktu. Entah kapan ia akan Allah datangkan, hanya saja seakan ada tanya dari Allah, "maukah engkau bersabar?" Bersabar sampai Allah sendiri yang menghalalkannya.

Hidup adalah pilihan. Sebagaimana tiap-tiap orang telah Allah tetapkan bagian rizkinya, maka tiap-tiap orang pun telah Allah tentukan siapa gerangan jodohnya. Hanya saja kita dibebaskan untuk memilih, dengan cara apa kita menjemput rizki kita? Dengan jalan apa kita mencari pasangan kita?

Idealisme

 

Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkan saya untuk tetap berpakaian syar'i, memakai kerudung yang terjulur tutupi dada. Ini bgian dari dakwah. Bagaimana kita bisa menunjukkan pada tamu yang datang bahwa seorang pengantin bukan untuk memamerkan aurat yang selama ini ditutupnya rapat.
Bukan untuk memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh sang pengantin.

Miris. Banyak akhwat yang gagal mempertahankan idealismenya dalam berpakaian ketika ia mnjadi seorang pengantin. Salah dimanakah? Ini adalah pembelajaran pnting ttg bagaimana kita dapat meyakinkn orang lain bhkan membuatnya paham tentang tata cara berhias yg digariskan oleh syariat.

Persiapan Menikah? Seminggu Juga Cukup!



Kalau mau sederhana tanpa mempersulitnya, persiapan menikah seminggu pun cukup
Seminggu yang lalu abang saya menikah. Persiapannya cukup seminggu. Dari surat menyurat sampai konsumsi. Sederhana, cukup akad dan makan keluarga besar serta beberapa tamu undangan.
Nikah itu kalau mau dipermudah maka mudah, kalau mau dipersulit maka sulit. Kalau mau 50 juta ya bisa habis 50 juta, tapi kalau mau 5 juta saja pun sebenarnya bisa. Sekali lagi, tergantung, maunya kita menikah yang seperti apa?
Nikah itu, semakin mudah semakin berkah. Janganlah penyelenggaraan walimah itu melebihi kapasitas kemampuan sehingga kita berhutang sana-sini. Tapi selenggarakanlah sesuai dengan kadar kemampuan. Jika bisa dipermudah, kenapa kita memilih untuk mempersulitnya?